Selasa, 29 Mei 2012


Cara Kerja SMTP

SMTP merupakan protokol dasar yang bertugas untuk menukarkan email (mail exchange) antar host yang berbasis TCP/IP.

SMTP bekerja berdasarkan pengiriman end-to-end, dimana SMTP client (pengirim) akan menghubungi SMTP server (penerima) untuk segera mengirimkan email. SMTP server melayani pengguna melalui port 25. Dimana setiap pesan yang dikirimkan melaui SMTP harus memiliki :
  • Header atau amplop, yang dijabarkan pada RFC 822.
  • Konten atau isi, yang berisi tentang isi dari surat yang akan dikirimkan

Format mail header:
Kita tidak perlu kebingungan tentang mail header, karena semuanya sudah diatur oleh SMTP, bagian dari mail header yang sering digunakan adalah :
Mail Exchange:
Pada saat pengiriman diminta oleh user SMTP Pengirim melakukan koneksi 2 arah dengan SMTP penerima. SMTP dapat berupa tujuan akhir atau penerus (mail gateway). SMTP pengirim akan membangkitkan perintah untuk melakukan reply to pada SMTP penerima.

Diagram alir pertukaran surat SMTP:



  • SMTP Pengirim melakukan koneksi TCP/IP dengan SMTP penerima dan menunggu server untuk mengirim pesan 220 yang menandakan pelayanan terhadap pesan sudah siap atau pesan 421 pelayanan tidak siap.
  • HELO (kependekan dari hello) dikirim oleh server dengan menunjukkan nama domain.
  • Pengirim akan memulai memberikan perintah kepada SMTP dimana apabila SMTP mendukung perintah tersebut akan membalas dengan pesan 250 OK.
  • Memberikan informasi kepada SMTP tentang tujuan dari email dengan perintah RCPT TO dilanjutkan dengan alamat email yang dituju.
  • Setelah tujuan diset, dilanjutkan dengan perintah DATA yang menunjukkan bahwa baris berikutnya adalah isi dari email dengan diakhiri dengan CRLF.
  • Client mengisikan data sesuai dengan pesan yang akan dikirimkan hingga mengisikan CRLF kembali untuk menandakan berakhirnya data.
  • Pengirimkan akan menghentikan kegiatan dengan memberi perintah QUIT.
Kecepatan koneksi antar kedua server SMTP (penerima dan pengirim) inilah yang menentukan kecepatan suatu email diterima.

Mode POP3
Ada dua jenis mode pada POP3 yaitu mode offline  dan mode inline. Pada mode offline, 
POP3 mengambil dan kemudian menghapus mail yang tersimpan dari server. POP3 bekerja 
dengan baik pada mode ini, karena terutama  memang didisain untuk  berlaku sebagai  sebuah 
sistem mail  yang memiliki sifat "store-and-forward".  Server, pada mode offline, berlaku seperti 
sebuah tempat penampungan  yang menyimpan  mail sampai user memintanya. 
Pada  mode  inline, POP3  akan  mengambil mail  dari server  tanpa  menghapus mail 
yang sudah diambil tersebut. Mode ini lebih disukai oleh user yang  sering berpindah  tempat  
(nomadic user) karena  memungkinkan mereka  untuk melihat  mail yang  sama dari tempat 
atau  komputer yang  berbeda.  Akan  tetapi  untuk   nomadic  user  yang   selalu  bekerja  dan  
bepergian  dengan  selalu  membawa  notebook, dan tetap  menginginkan  agar  mail  miliknya  
yang  ada di server  tidak dihapus, tentu  saja  menginginkan  agar  setiap kali   mengambil mail  
tidak semua mail  yang akan  terambil, tapi hanya mail  yang  belum pernah  dia lihat saja  yang 
akan  diambil.  Keinginan user seperti ini dapat dipenuhi   dengan menggunakan  informasi  
pada  client  yang memungkinkan untuk  memberi tanda mail yang sudah  pernah dilihat. Setiap 
client  layanan POP3   yang mendukung  mode  inline akan  menyimpan  informasi ini dalam 
sebuah file. Pada user yang menggunakan Netscape Mail, file yang  menyimpan  informasi ini 
adalah  file popstate.dat, yang biasanya terdapat di  /Program Files/Netscape/Users/Mail.  File 
tersebut memberi  tahu   mail yang  mana saja yang  sudah diambil  sehingga tidak perlu diambil 
lagi. Jika file ini dihapus maka tentu saja  pada pengambilan mail berikutnya semua mail akan
terambil. 

Operasi Dasar POP3
Pada awalnya, server memulai layanan POP3 dengan mendengarkan  permintaan  pada 
TCP  port  110.  Ketika sebuah client meminta layanan tersebut, maka  terjadilah   hubungan 
TCP  dengan  server.  Pada saat  hubungan  dimulai,  POP3 server mengirim   greeting (kata 
pembuka). Setelah itu client akan memberikan command  (perintah) ke server  dan POP3 server  
akan memberikan response (jawaban)  sampai  hubungan  ditutup atau  digagalkan. Perlu  
diingat bahwa user tidak memasukkan  perintah ini, tapi  software  dari  client-lah yang 
mengirim perintah ini ke server.
Perintah-perintah di POP3 terdiri dari sebuah keyword yang tidak  case sensitive (tidak 
mempersoalkan huruf   kapital  ataupun tidak),  yang dapat diikuti oleh satu atau lebihargument. Keyword dan argument masing-masing  dipisahkan oleh karakter SPACE (spasi). 
Keyword terdiri dari tiga atau empat  karakter, sedangkan tiap argument  dapat  mencapai 40 
karakter.  Jawaban  di POP3 terdiri dari sebuah indikator status dan sebuah keyword yang dapat 
diikuti oleh  informasi   tambahan. Ada  dua indikator status : positif  (“+OK”)  dan  negatif   (“-
ERR”). Server harus  memberikan  jawaban  +OK  dan  -ERR  dalam  huruf kapital. Pada  perintah 
tertentu, server akan memberikan  jawaban yang terdiri dari  beberapa baris.
Sebuah  sesi  hubungan  POP3 dibangun melalui tiga  tahap, yaitu  tahap  authorization, 
transaction  dan update. Sekali  hubungan TCP dimulai  dan POP3 server telah mengirimkan 
greeting, maka sesi hubungan telah memasuki  tahap authorization. Pada   tahap ini  client  
mengirim   nama  dan   password  user  ke server untuk  membuktian  keaslian user tersebut 
agar dapat mengambil mail-nya.  Ketika  client  telah  berhasil  membuktikan  identitas dirinya, 
server  akan memperoleh  informasi yang  berhubungan dengan  mail  yang  dimiliki  client  
tersebut, dan sesi kini memasuki tahap transaction. Pada tahap inilah terjadi proses  
penerimaan  mail, penandaan mail  untuk penghapusan,  pembatalan  penandaan  untuk  
penghapusan,  penampilan statistik  mail atau perincian identitas mail.  Pada saat client telah 
memberikan perintah  quit  untuk mengakhiri hubungan, maka  sesi memasuki tahap update. 
Pada tahap inilah   server akan  menjalankan   semua  perintah  yang diperoleh selama  tahap 
transaction dan  menutup sesi dan selanjutnya hubungan TCP ditutup.
Sebuah server harus menjawab perintah yang tidak dikenal, tidak diimplementasi, atau 
tidak sesuai dengan  sintaksis dengan  indikator status  negatif. Server juga harus memberikan 
indikator status negatif, jika ada client yang memberikan  perintah  tidak pada tahap yang 
seharusnya. Tidak ada metoda umum yang  dapat  digunakan oleh client untuk  membedakan 
antara server yang tidak mengimplementasikan perintah tambahan dengan server yang tidak 
dapat atau tidak  bersedia  memproses perintah tambahan tersebut.
Sebuah  POP3 server  mungkin memiliki  autologout  timer  untuk client yang  sedang  
tidak aktif  dalam  rentang  waktu  tertentu. Timer  seperti  ini  harus paling sedikit  memiliki  
rentang waktu 10 menit.  Jika sebuah server  menerima  sebarang  perintah dari  client  didalam  
rentang  waktu  tersebut,  maka  hal ini  sudah  cukup  untuk me-reset   autologout  timer  
tersebut.  Ketika  waktu rentang timer  sudah  habis,  tanpa ada aktivitas  dari client  maka sesi hubungan tidak memasuki tahap UPDATE. Server akan   menutup  hubungan TCP tanpa 
menghapus mail atau mengirim jawaban ke client.
Semua  pesan  yang disampaikan  selama sesi  hubungan POP3  harus disesuaikan 


Rabu, 25 April 2012

JENIS JENIS PROTOKOL ROUTING



Nama : Jamrodzi F.A
NIM   :  10410100189


JENIS JENIS PROTOKOL ROUTING

Routing adalah proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain. Beberapa contoh item yang dapat dirouting :mail, telepon call, dan data. Di dalam jaringan, Router adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan routing trafik.

Jenis-jenis Protokol Routing antarain adalah sebagai berikut :


Classfull Routing Protocol 
Merupakan suatu protocol routing yang menyebarkan alamat jaringan untuk rute yang diketahui dan tidak perlu memasukkan subnet mask dalam routing update.
Contohnya : RIP (Routing Information Protocol) adalah routing protocol yang paling sederhana yang termasuk jenis distance vektor. RIP menggunakan jumlah lompatan (hop count) sebagai metric dengan 15 hop maksimum,Daftar tabel route RIP ini akan di-update setiap 30 detik dan administrative distance untuk RIP adalah 120.Dan yang termasuk dalam classfull routing adalah RIP v1 dimana semua alat di jaringan harus menggunakan subnet yang sama dan RIP v1 ini tidak mengirimkan update dengan informasi subnet didalamnya.

Classless Routing Protocol
 Merupakan suatu protocol routing yang memasukkan subnet mask pada network address saat routing update. Contohnya :
*  RIP v 2 dimana kemampuan yang di miliki untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung classless inter-domain routing(CIDR) yang mencari hop terpendek atau router terbaik.
*  Enhanced Interior Gateway routing Protocol (EIGRP) adalah Cisco propretary routing protokol longgar berdasarkan asal IGRP. EIGRP adalah lanjutan jarak vektor-routing protokol, dengan optimasi untuk meminimalkan routing ketidakstabilan yang terjadi setelah perubahan topologi,serta penggunaan dan pengolahan daya bandwidth di router. EIGRP router yang mendukung secara otomatis akan mendistribusikan informasi rute ke tetangga IGRP dengan mengubah metrik EIGRP 32 bit ke 24 bit IGRP metric.
*  OSPF (Open Shortest Path First) merupakan protocol yang menggunakan kecepatan jaringan berdasarkan metric untuk menetapkan path-path ke jaringan lainnya.
*  BGP (Border Gateway Protocol) merupakan salah satu jenis routing protocol yang ada di dunia komunikasi data, dimana memiliki kemampuan pengumpulan, pertukaran dan penentuan rute terbaik menuju ke suatu lokasi dalam jaringan.


Kelebuhan dan Kekurangan Protokol Routing
*  RIP (Routing Information Protocol)
  ~Kelebihan : menggunakan Triggered Update sehingga mempunyai timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing. Pengaturannya tidak terlalu rumit sehingga jarang terjadi kegagalan link jaringan.
~Kekurangan : hanya mempunyai nilai hop max 15 dan apabila lebih maka tidak terjangkau, sehingga tidak bisa digunakan dalam jaringan besar yang mempunyai banyak router (seperti WAN). Jumlah host terbatas.
*  Enhanced Interior Gateway routing Protocol (EIGRP)
~Kelebihan : menggunaka algoritma DUAL (Diffusing-Update Algrithm) dalam menentukan jalur terpendek dalam jaringan. Support sampai dengan 255 hop count. Memerlukan lebih sedikit memori dan proses.
~Kekurangan : hanya bisa digunakan sesame routing cisco saja.
* OSPF (Open Shortest Path First)
~Kelebihan : update-update dilakukan via multicast, dan dikirim jika terjadi perubahan konfigurasi. Sehingga cocok untuk jaringan besar. Dan memerlukan waktu lebih cepat dalam konvergen.
~Kekurangan : hanya bisa mendukung IP routing saja. Membutuhkan database besar dan rumit.
*  BGP (Border Gateway Protocol).
~Kelebihan : bekerja secara cerdas untuk merawat path-path ke jaringan lainnya dibandingkan dengan protocol lainnya. Update-Update dikirim melalui koneksi TCP. Mudah dalam instalansi nya.
~Kekurangan : hanya bisa mendukung IP routing saja. Dan sangat terbatas dalam mempergunakan topologi.

Rabu, 29 Februari 2012

RESUME JARKOM "OSI 7 LAYER"



OSI SEVEN LAYER MODEL


Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.



7 Layer OSI
Model OSI terdiri dari 7 layer :
1. Application
2. Presentation
3. Session
4. Transport
5. Network
6. Data Link
7. Physical

FUNGSI LAYER
1. Layer Physical
Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
2. Layer Data-link
Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.
3. Layer Network
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Beberapa fungsi yang mungkin dilakukan oleh Layer Network
  • Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu
  • Mendeteksi Error
  • Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak
  • Mengendalikan aliran
4. Layer Transport
Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
5. Layer Session
Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.
6. Layer Presentation
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer ini.
7. Layer Application
Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application.

Rabu, 02 November 2011

tugas perilaku keorganisasian

Pentingnya perilaku keorganisasian dalam membentuk
SDM yang handal dan memiliki need for achievment


Berbicara  tentang organisasi, dimana organisasi adalah “ sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama dan juga pemikiran yang sama kemudian berkumpul dan sepakat unutk membentuk sebuah perkumpulan yang terorganisir dalam upaya pencapaian tujuannya.” Maka dari itu pentingnya perilaku dalam organisasi sangatlah penting dan di butuhkan oleh setiap anggota organisasi tersebut  agar terbentuk organisasi yang sehat di mana program kerja dari organisasi tersebut sesuai dengan tujuan awal di bentuknya organisasi tersebut. Tidak hanya hal itu saja, perilaku keorganisasian juga berperan penting dalam membentuk SDM yang handal dan juga memiliki need for achievment , SDM yang handal merupakan kunci utama dalam sebuah organisasi, jika dalam sebuah organisasi tersebut memiliki SDM yang handal maka bisa di prediksi bahwa organisasi tersebut akan berjalan lancar tanpa adanya hambatan ataupun rintangan yang berpenagaruh terhadap kinerja dari organisasi tersebut. Pastinya dalam benak kita selalu muncul pertanyaan seperti ini “bagaimana ya caranya membentuk SDM yang handal dalam sebuah organisasi yang notabene SDM nya kurang handal maupun tidak handal sama sekali?” jawabannya sebenarnya sangatlah mudah, kembali ke definisi dari organisasi di atas, di mana dalam sebuah organisasi harusnya setiap SDM yang ada dalam organisasi tersebut sudah menyadari tentang tujuan mereka membentuk organisasi itu, jika sekiranya mereka telah melupakan tentang hal tersebut, wajib bagi para anggota lain untuk mengingatkannya atau sang ketua organisasi harus langsung turun tangan untuk menghandle mereka. Namun tidak semudah itu, sebenarnya ada beberapa altenatif untuk memecahkan permasalahan tersebut.
ALTERNATIF PERTAMA
Ketika dalam sebuah organisasi terdapat atau memiliki SDM yang tidak handal sama sekali, maka jalan keluar pertama adalah mengadakan evaluasi tentang kinerja dari keseluruhan SDM yang ada dalam organisasi tersebut, jika hal tersebut telah di lakukan maka jalan keluar kedua adalah mencari solusinya, solusi yang paling tepat adalah mengadakan training yang bertujuan  untuk meningkatkan kualitas dari SDM yang tidak handal tersebut. Ketika selesai di adakan pelatihan, maka evaluasi tahap dua di jalankan dengan mengevaluasi hal yang sama, apakah mengalami perubahan yang signifikan ataukah tidak, jika perubahan terjadi secara signifikan maka training yang telah di lakukan membuahkan hasil dan kemungkinan besar training tahap dua akan di adakan guna menghasilkan SDM yang lebih handal dari yang sekarang. Namun jika pada tahap evaluasi kedua tidak terjadi perubahan ketika selesai diadakannya training maka keputusan yang bisa di ambil adlah mengulang training tersebut hingga tujuan dari training itu dapat tercapai.




ALTERNATIF KEDUA
Altenatif kedua ni adalah lanjutan dari alternatif pertama. Ketika alternatif pertama telah sukses di lakukan maka yang harus di lakukan pada tahap kedua adalah penguatan terhadap apa yang telah mereka dapat pada training tersebut, terlebih lagi penanaman ideologi perusahan atau bisa di katakan need for achievment (keinginan untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut). Tahap ini bisa di katakan final act dalam menghadapi persoalan di atas. Knp bisa di katakan final act? Jawabannya adalah karena tahap kedua ini adalah tahap yang paling menentukan apakah kita mampu memperbaiki kekurangan kita dalam hal SDM yang lemah atau tidak. Jika kita berhasil maka tujuan organisasi akan bisa tercapai sesuai yang diinginkan.

Itu semua adalah beberapa alternatif menurut pendapat saya sendiri , namun ada satu hal lagi yang sangat penting  dalam pembentukan SDM yang handal dan memiliki need for achievment. Kunci utama itu di tentukan saat perekrutan anggota dari organisasi, mengapa demikian, karena pembentukan karakter dan penanaman ideologi serta penguatan karakter dan mental yang berhubungan dengan tujuan organisasi  sangat mungkin dan lebih baik di lakukan sejak awal ketika mereka menjadi anggota baru, dengan  di lakukan sejak awal maka mereka akan lebih memiliki need for achievment yang tinggi serta loyalitas tanpa batas terhadap organisasi tersebut. Hal itu dapat terbukti dari kisah yang akan saya ceritakan pada kesempatan ini :
“Wb adalah seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di surabaya, dia adalah teman SMA saya sekaligus sahabat saya. Dia tipikal orang yang jarang bisa di ajak serius, selalu bercanda setiap saat. Namun itu semua berubah ketika dia mengikuti sebuah organisasi di kampusnya. Dia bercerita bahwa sistem perekrutan dari organisasi tersebut sangatlah berat, hingga dari 50 peserta hanya 15 yang bisa sukses dan lolos dalam seleksi perekrutan anggota tersebut dan dia adalah salah satunya. Dia bercerita bahwa di awal ketika dia mengikuti seleksi tersebut yang di ujikan pertama kali adalah mental dari setiap calon anggota, dari tes awal tersebut yang tersisa tinggal setengah dari jumlah peserta  awal, lalu memasuki tes kedua, di tes kedua ini mereka di tantang untuk menunjukkan loyalitasnya terhadap organisasi tersebut, tidak hanya itu saja, selama proses tes kedua berlangsung mereka (para panitia) juga menanamkan ideologi – ideologi dari organisasi tersebut kepada calon anggota baru hingga dalam jiwa anggota baru tersebut tertanam ideologi –ideologi dalam organisasi tersebut dan juga tujuan dari organisasi tersebut. Ketika tahap kedua selesai dan mereka telah di lantik menjadi anggota tetap, mereka dengan bangga hati berjanji dan bersumpah untuk selalu setia kepada organisasi tersebut dan menjunjung tinggi ideologi  organisasi tersebut. Itulah cerita dari sahabat saya, hingga sekarang para 15 orang anggota baru tesebut tetap aktif dalam segala hal yang menyangkut organisasi tersebut dan menerapkan ideologi organisasinya di manapun mereka ada dan dalam kehidupan sehari-hari.”




Dari sedikit cerita pengalaman sahabat saya itulah yang menjadi sebuah ilmu baru bagi saya dan juga membuktikan bahwa penguatan ideologi, pembentukan karakter need for achievment, dan pembentukan SDM yang handal  dilakukan selama proses perekrutan itu lebih efektif dan efisien dalam upaya tercapainya organisasi yang memiliki SDM yang handal dan memiliki need for achievment.

Selasa, 18 Oktober 2011

just try


Foundation for a Science of Data Visualization

Tujuan dari visualisasi Informasi 
    Tujuan dari visualisasi data adalah bagaimana dapat mengelola data dalam jumlah yang besar ini dan bagaimana sistem komputer membantu kita dalam tugas mengelola data yang besar : 
-> Visual Data membantu menangani banjir informasi dengan cara mengintegrasikan manusia dalam proses analisis data. 
-> Visual Data memungkinkan pengguna untuk mendapatkan wawasan yang dalam tentang data, kesimpulan dari data gambar dan langsung berinteraksi dengan data. 

Keuntungandalam Visualisasi Informasi 
-> Eksplorasi visual data dapat dengan mudah mengangani data yang sangat besar, sangat homogen dan noisy sejumlah data. 
-> Eksplorasi visual data tidak membutuhkan pemahaman tentang matematika yang kompleks dan logika statistik. 
-> Teknik visualisasi memberikan gambaran kualitatif yang berguna untuk analisis kuantitatif lebih lanjut 
-> Memberikan perspektif baru pada data. 
-> Memungkinkan viewer untuk cepat memahami "gambaran umum“. 
-> Dapat digunakan untuk mencari nilai yang hilang di antara beberapa titik data yang telah diketahui. 
-> Dapat dibuat "user friendly“ 
-> Cepat menciptakan atau memodifikasi kumpulan data dengan memanipulasi objek grafis pada layar komputer. 
-> Mudah untuk menemukan kesalahan dalam inkonsistensi data dalam jumlah besar 

Tipe dari data 
-> Jika tujuan dari visualisasi adalah mengubah data perseptual ke dalam format visual yang efisien, dan jika kita ingin membuat statement tentang data yang umum, kita harus mampu mengatakan sesuatu tentang jenis data yang dapat di visualisasikan. 
-> Menurut Bertin (1977), Sebuah ide yang digunkan untuk membagi data ke dalam entitas dan relational. 
-> Ada dua bentuk data : 
1. Data Nilai. 
2. Struktur Data. 
-> ENTITAS Sebuah objek yang ingin divisualisasikan / objek yang menarik 
-> RELATIONSHIPS Relationships membentuk struktur dari entitas relationship 
-> ATTRIBUT Properti dari entitas atau relationship yang tidak dapat berdiri secara independen  

Attribute Quality 
    Attribute quality sering digunakan untuk menggambarkan metode visualisasi data dengan dan menerangkan kualitas attribut itu sendiri Sebuah cara yang berguna untuk mempertimbangkan kualitas data adalah taksonomi Skala nomor ditetapkan oleh statistik SS Stevens (1946). Menurut Stevens, ada empat tingkat pengukuran : Nominal, Ordinal, Interval dan skala ratio. 
-> Nominal adalah Fungsi pelebelan. 
-> Ordinal kategori meliputi nomor yang digunakan mengorder hal-hal dalam urutan. 
-> Interval adalah suatu pengukuran untuk mendapatkan kesenjangan nilai antar data. 
-> Ratio adalah dengan skala rasio, kita memiliki kekuatan ekspresif penuh terhadap bilangan real.  

DATA SOURCES  
Sumber dari Data : 
1. Survey 
2. Eksperiment 
3. Observasi Sebagai bagian dari operasi harian suatu organisasi, data merupakan kumpulan dari alasan varietas. 
 
DATA UNDERSTANDING 
    Data Tables Continuous and Discrete Variables Sebuah kategorisasi awal yang berguna untuk mendefinisikan setiap variabel yang dapat diambil dalam hal ini adalah jenis nilai, berikut ini adalah daftar istilah deskriptif untuk kategori variabel: 
-> Konstan: Sebuah variabel dimana setiap nilai data adalah sama. 
-> Dikotomis: Sebuah variabel di mana hanya ada dua nilai. 
-> Diskrit : variabel yang hanya dapat mengambil nilai-nilai tertentu (baik teks atau angka). 
-> Kontinu: Sebuah variabel yang memiliki nilai numerik yang tak terbatas dalam kisaran tertentu. 

3 Analisis Data Preparation : 
1. Cleaning the Data. 
    Hal ini bermanfaat untuk memahami akurasi data yang dikumpulkan serta mengoreksi kesalahan apapun. 
2. Removing Variables. 
    Korelasi antara beberapa variabel dapat mengidentifikasi variabel-variabel yang tidak memberikan informasi tambahan untuk analisis dapat dihilangkanya dapat dihilangkan 
3. Data Transformations. 
    Data transformation penting untuk mempertimbangkan penerapan transformasi matematis tertentu untuk data, karena banyak data analisis akan mengalamai kesulitan untuk memahami data dalam bentuk baku. Beberapa transformasi data yang harus dipertimbangkan termasuk normalisasi, value mapping, discretization, dan agregasi.

Minggu, 16 Oktober 2011

resume materi MSDM M5


Orienting Employees Orienting Employees
Orienting Employees
 Work-unit orientation
• Membiasakan karyawan baru dengan tujuan unit
• Menjelaskan bagaimana pekerjaannya dapat memberikan kontribusi pada tujuan unit Training & Development
• Memperkenalkan karyawan baru dengan rekan kerjanya
Organization orientation
• Menginformasikan tentang tujuan perusahaan, sejarah, filsafat, prosedur dan aturan-aturan dalam organisasi
• Melihat seluruh bagian organisasi Training & Development The Training Process

Pelatihan dan Pengembangan
          Pelamar yang lulus seleksi berarti yang bersangkutan baru merupakan calon karyawan. Untuk diangkat menjadi karyawan tetap maka calon tersebut harus mengikuti masa percobaan melalui suatu pelatihan dengan jangka waktu 3 bulan, 6 bulann atau 1 tahun tergantung kebutuhan
          Pelatihan bertujuan untuk memberikan ketrampilan kepada calon pegawai sebelum bekerja. Pelatihan ditujukan untuk membiasakan calon karyawan dalam bekerja. Oleh karena itu selama pelatihan calon pegawai dilatih cara melaksanakan pekerjaan serta memahami visi dan misi bank
          Dalam masa latihan calon pegawai akan dinilai kemauan dan kemampuannya dalam melakukan pekerjaan, termasuk disiplin dan tanggung jawabnya
          Dari hasil penilaian pelatihan barulah diputuskan apakah calon pegawai tersebut dapat diangkat menjadi karyawan tetap atau tidak
          Pelatihan juga diberikan kepada karyawan lama dalam rangka penyegaran dan untuk meningkatkan kemampuannya dalam rangka pengembangan karir dan penentuan kompensasi yang bersangkutan
          Program pengembangan karir dapat dilakukan melalui :
          Pendidikan melalui paket khusus yang diberikan oleh lembaga pendidikan yang berpengalaman dibidangnya, misalnya pendidikan komputer, akuntansi, bahasa asing, marketing
          Mutasi antar bagian, memberikan pengalaman kerja yang baru dan menghindari kejenuhan pekerjaan. Mutasi dapat juga terjadi karena pegawai lalai atau tidak mampu melakukan tugas dengan sempurna
          Promosi, dengan cara memindahkan karyawan keposisi yang lebih tinggi. Dengan cara ini karyawan merasa dihargai kemampuan dan loyalitas yang telah diberikan pada bank dan motivasi karyawan akan meningkat
PENGEMBANGAN KARIER
          Salah satu usaha untuk pengembangan karir adalah dengan melalui penilaian prestasi kerja yang lazim dilakukan di dalam manajemen SDM
          Tujuan penilaian prestasi kerja antara lain:
          Memperbaiki kualitas pekerjaan
          Memudahkan dalam penempatan / mutasi
          Perencanaan dan pengembangan karir
          Kebutuhan pelatihan dan pengembangan
          Kesempatan kerja yang adil
          Teknik penilaian prestasi kerja dapat dilakukan melalui :
          Rating Scale, yaitu membandingkan prestasi kerja karyawan dengan skala tertentu
          Checlist, yaitu penilaian yang menggambarkan prestasi kerja dan karakteristik karyawan
          Critical Insident, yaitu menilai perilaku karyawan dalam melaksanakan pekerjaan
          Test dan Observasi, yaitu test pengetahuan danketerampilan baik secara tertulis maupun melalui peragaan

resume materi MSDM M4


PROSES SELEKSI
Rekrutmen
• Proses pencarian atau mengundang calon-calon tenaga kerja yang mempunyai kemampuan sesuai dengan rencana dan kebutuhan organisasi di waktu tertentu, untuk melamar kerja  
Seleksi
• Proses memilih seseorang dari kelompok pelamar yang paling cocok/mampu menduduki posisi tertentu dan untuk organisasi.
 Jenis rekrutmen:
– Rekrutmen Internal
• proses untuk mendapatkan tenaga kerja atau SDM yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan tenaga kerja yang sudah ada atau yang sudah dimiliki oleh perusahaan .
– Rekrutmen Eksternal
• perusahaan mendapatkan tenaga kerja atau SDM yang akan ditempatkan pada suatu jabatan tertentu dengan memperolehnya dari luar perusahaan, atau seringkali dinamakan sebagai outsourcing.
TAHAP DALAM REKRUTMEN DAN SELEKSI
1. Merencanakan kebutuhan karyawan baru (HR planning)
2. Mendapatkan orang yang tepat untuk melamar posisi
tersebut (rekrutmen)
3. Memutuskan siapa yang dipilih (seleksi)
4. Mendapatkan orang yang dipilih untuk mengambil pekerjaan
tersebut (placement)
Metode Rekrutmen
• Penataran/upgrading
• Pemindahan/mutasi
• Pengangkatan ( promosi )
• Penempatan pekerjaan
• Inventarisasi keahlian
Rekrutmen Internal
Keuntungan:
1.       Biaya relatif murah, karena tidak perlu proses seleksi seperti rekrutmen external.
2.       Organisasi mengetahui pekerja yang memiliki kemampuan untuk jabatan yang kosong.
3.       Pekerja memiliki motivasi yang tinggi krn mengetahui kemungkinan peningkatan
4.       Pengembangan karier jelas sehingga sulit menjalankan kewenangan dan kekuasaannya.
5.       Pekerja telah memahami secara baik kebijakan, prosedur, ketentuan dan kebiasaan organisasi.
Kerugian :
1.       Tidak selalu memberikan perspektif baru.

Rekrutment Eksternal
Keuntungan:
1.       Memiliki gagasan dan pendekatan baru.
2.       Bekerja mulai dari lemabaran bersih dan memperhatikan spesifikasi penaglaman.
3.       Tingkat pengetahuan dan keahlian tidak tersedia dalam perusahaan yang sekarang.
Kerugian :
1.       Penyesuaian lama.
2.       PEngetahuan akan moral dan komitmen karyawan rendah.